Tardozzi tegaskan kesehatan Marquez lebih penting

Ducati kehilangan masukan Marc Marquez untuk Desmosedici GP26, namun tim menegaskan fokus utama pada pemulihan sang juara dunia delapan kali itu.

Davide Tardozzi tegaskan kesehatan Marquez lebih penting
Davide Tardozzi dari Italia, manajer tim Ducati Lenovo, terlihat di dalam garasi saat sesi latihan menjelang MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, pada 24 Oktober 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto oleh Qian Jun/MB Media
Anna Fadiah Novanka Laras

Absennya Marc Marquez dari dua putaran terakhir Kejuaraan Dunia MotoGP dan dari tes pasca-balapan di Valencia menjadi pukulan besar bagi Ducati. Namun, bos tim pabrikan Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa pemulihan cedera pembalap asal Spanyol itu jauh lebih penting dibandingkan kehadirannya dalam pengujian.

Marquez harus mengakhiri musim lebih awal setelah cedera bahu yang dialaminya di Grand Prix Indonesia, ketika ia terjatuh akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di lap pertama. Cedera itu membuatnya tak bisa turun di sisa dua seri musim ini—Grand Prix Portugal dan Grand Prix Valencia—serta absen dalam tes resmi di Sirkuit Ricardo Tormo, yang akan digelar dua hari setelah balapan terakhir.

Tes Valencia sendiri menjadi sesi penting bagi seluruh pabrikan, termasuk Ducati, karena menjadi titik awal arah pengembangan motor untuk musim 2026 sebelum memasuki tes Sepang dan Buriram tahun depan.

Marc Marquez absen tes Valencia tentu merugikan Ducati dalam konteks pengembangan motor baru. Sebagai pembalap paling berpengalaman di skuad merah dengan delapan gelar dunia, masukan Marquez dianggap krusial dalam menyempurnakan proyek Desmosedici GP26.

Performa Ducati tahun 2025 tidak sekuat musim sebelumnya. Francesco Bagnaia mengalami penurunan performa drastis dan gagal meraih poin dalam tiga dari empat balapan terakhir. Fabio Di Giannantonio tampil inkonsisten sepanjang musim, sementara Fermin Aldeguer yang baru bergabung masih dalam tahap adaptasi dengan motor GP24.

Dalam situasi ini, pengalaman dan kemampuan analisis teknis Marc Marquez sangat dibutuhkan oleh tim teknik Ducati untuk memahami batas performa motor. Namun, ketidakhadirannya di tes Valencia membuat Ducati harus menunda evaluasi penting terhadap arah pengembangan Desmosedici 2026.

Meski menyadari dampak besar dari absennya Marc Marquez di tes Valencia, Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pembalapnya menjadi prioritas utama.

“Sayang sekali Marc tidak bisa hadir di tes Valencia, tapi hal yang paling penting adalah dia bisa pulih 100 persen dari cederanya,” ujar Tardozzi dalam wawancara dengan siaran langsung MotoGP saat sesi latihan bebas pertama di Sepang.

“Kami tahu betul nilai besar yang dimiliki Marc. Kami memang kehilangan sesuatu tanpa kehadirannya, tetapi kami yakin dia akan kembali dengan kekuatan penuh pada tes pertama tahun depan di Malaysia. Memiliki Marc dalam tim selalu menjadi nilai tambah,” lanjutnya.

Tardozzi juga menambahkan bahwa Marquez merupakan pembalap dengan gaya analisis teknis yang kuat dan mampu membantu tim memahami perilaku motor secara detail. Karena itu, meski ia absen di akhir musim, Ducati percaya bahwa kontribusinya akan kembali signifikan pada awal 2026.

Dengan absennya Marc Marquez dari dua seri terakhir, Ducati kini mencari opsi pembalap pengganti untuk mengisi kursi kosong di Portimao dan Valencia. Michele Pirro, yang biasanya menjadi pembalap tes Ducati, sudah menggantikan Marquez di beberapa seri terakhir, tetapi kali ini ada opsi lain yang sedang dipertimbangkan: Nicolo Bulega.

Pembalap tim Aruba.it Racing Ducati di World Superbike itu dikabarkan menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Marquez di dua seri penutup musim 2025. Menurut laporan media Italia GPOne, Ducati sedang menyiapkan Bulega untuk menjalani uji coba menggunakan Desmosedici GP26 di Jerez, sebelum memutuskan keterlibatannya di MotoGP.

Hal ini juga dikonfirmasi sebagian oleh Tardozzi, yang menyebut bahwa uji coba dengan Bulega memang sedang dipersiapkan. “Itu sesuatu yang kami rencanakan karena kami ingin Nicolo lebih percaya diri dengan motor MotoGP. Dia akan membantu kami dalam proyek pengembangan Desmosedici GP26, jadi pemahaman terhadap motor 1.000cc akan sangat penting baginya,” jelas Tardozzi.

Menurutnya, tes tersebut akan dilakukan di Jerez sebelum akhir Oktober, bertepatan dengan uji ban Michelin untuk World Superbike. “Setelah pengujian nanti, kami akan memutuskan langkah selanjutnya untuk dua balapan terakhir,” tambahnya.

Bagi Ducati, tes Valencia memiliki arti strategis yang besar. Ini merupakan kesempatan pertama untuk menguji komponen utama yang akan digunakan pada Desmosedici GP26, termasuk aerodinamika baru dan sistem elektronik yang disesuaikan dengan regulasi 850cc yang akan berlaku mulai musim 2027.

Selain itu, tes ini juga akan digunakan untuk mengumpulkan data pembanding antara motor GP25 dan prototipe GP26. Tanpa kehadiran Marc Marquez, tanggung jawab besar akan jatuh kepada Francesco Bagnaia, Fabio Di Giannantonio, dan Fermin Aldeguer untuk memberikan masukan teknis yang cukup.

Namun, Tardozzi menyadari bahwa masukan Marquez biasanya memiliki kedalaman berbeda. Gaya balapnya yang agresif dan kemampuan teknisnya dalam membaca performa mesin membuatnya istimewa di antara pembalap lain. Karena itu, Ducati mungkin harus menyesuaikan pendekatan pengujian mereka untuk mengimbangi ketidakhadiran pembalap Spanyol tersebut.

Absennya Marc Marquez dari tes Valencia membuat Ducati kini fokus penuh pada dua hal utama: pemulihan total Marquez dan penguatan fondasi teknis untuk musim 2026.

Marquez diperkirakan akan kembali pada tes resmi pertama di Sepang, Malaysia, pada Februari 2026. Di sinilah pembalap berusia 32 tahun itu akan menjalani debutnya dengan Desmosedici GP26 dan memberikan masukan awal bagi arah pengembangan mesin baru.

“Kami yakin Marc akan kembali dengan kondisi terbaik,” ujar Tardozzi. “Tujuan kami adalah memastikan dia bisa tampil 100 persen fit di Malaysia, karena di sanalah arah utama musim 2026 akan dimulai.”

Sementara itu, Ducati juga menegaskan bahwa seluruh tim teknisnya, termasuk Gigi Dall’Igna, tetap fokus pada inovasi mesin dan aerodinamika, agar Desmosedici GP26 bisa mempertahankan dominasi Ducati yang kini mulai menghadapi ujian di tengah meningkatnya persaingan dari Aprilia dan KTM.

Kehilangan yang 'mungkin' berharga

Marc Marquez dan Davide Tardozzi di Parc Ferme MotoGP Austria
Marc Marquez yang membela Ducati Lenovo (93) dan manajer tim Davide Tardozzi tampak di Parc Ferme usai balapan MotoGP Austria di Red Bull Ring, pada 17 Agustus 2025, di Spielberg, Austria. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images

Jika dilihat secara kritis, keputusan Ducati untuk tidak memaksakan kehadiran Marc Marquez di tes Valencia bisa dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, keputusan ini menunjukkan kedewasaan tim dalam mengutamakan kesehatan pembalap. Di sisi lain, absennya Marquez berarti kehilangan salah satu sumber evaluasi teknis paling berharga menjelang era baru MotoGP.

Dengan regulasi mesin 850cc dan ban baru yang akan diperkenalkan pada 2027, setiap sesi pengujian menjadi sangat berharga. Marquez dikenal sebagai pembalap yang mampu menemukan detail kecil dalam motor, dan ketidakhadirannya bisa memengaruhi arah awal pengembangan Ducati.

Namun, keputusan Ducati tampaknya diambil dengan perhitungan matang. Tim percaya bahwa waktu pemulihan tambahan akan membuat Marquez kembali lebih kuat dan siap memberi masukan yang lebih tajam ketika pramusim dimulai.

Posting Komentar untuk "Tardozzi tegaskan kesehatan Marquez lebih penting"