Ducati berharap Marquez bisa kembali di Valencia

Davide Tardozzi menegaskan Ducati tidak akan terburu-buru memulihkan Marc Marquez meski berharap ia bisa tampil di Valencia.

Ducati berharap Marquez bisa kembali di Valencia
Davide Tardozzi berbicara dengan wartawan di grid selama MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi pada 27 September 2025 di Motegi, Jepang. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Kepala tim Ducati, Davide Tardozzi, menyatakan bahwa pihaknya masih menaruh harapan agar Marc Marquez dapat kembali membalap di seri penutup MotoGP di Valencia. Namun, ia menegaskan bahwa pabrikan asal Italia itu tidak akan mengambil risiko dengan memaksakan kembalinya sang juara dunia tujuh kali sebelum kondisinya benar-benar pulih.

Cedera bahu kanan yang dialami Marc Marquez menjadi perhatian utama Ducati dalam beberapa pekan terakhir. Setelah mengalami insiden dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada lap pertama Grand Prix Indonesia di Mandalika, Marquez harus menjalani operasi akibat cedera yang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Awalnya, tim medis memutuskan bahwa Marc Marquez tidak memerlukan operasi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, dokter menyimpulkan bahwa proses penyembuhan tidak berjalan sesuai harapan. Cedera tersebut ternyata lebih kompleks daripada perkiraan awal, sehingga operasi akhirnya menjadi langkah yang tidak terelakkan.

Operasi yang dilakukan pekan lalu berjalan lancar, dan pihak Ducati memastikan bahwa prosedur tersebut berhasil. Meski begitu, Marquez dipastikan akan absen dalam tiga seri penting: Grand Prix Australia, Malaysia, dan kemungkinan besar Portugal.

Garis waktu pemulihan belum ditetapkan secara pasti. Para dokter yang menangani Marquez memperkirakan bahwa cedera seperti ini membutuhkan waktu sekitar 16 minggu untuk sembuh total, yang berarti pemulihan penuh baru mungkin terjadi pada pertengahan November.

Dalam wawancara dengan TNT Sport, Davide Tardozzi mengungkapkan bahwa Ducati memahami kondisi fisik dan mental Marc Marquez. Menurutnya, pengalaman masa lalu membuat mereka lebih berhati-hati dalam menangani pemulihan pembalap asal Spanyol itu.

“Cederanya cukup parah,” kata Tardozzi. “Kondisinya tidak memungkinkan untuk tampil di dua balapan berikutnya, jadi kami akan menunggu perkembangan selanjutnya. Kami berharap ia bisa kembali ke MotoGP di Valencia, tapi semuanya tergantung pada hasil pemeriksaan medis dan saran dokter dalam dua minggu ke depan.”

Ia menambahkan bahwa Ducati sama sekali tidak memiliki niat untuk memaksakan kehadiran Marquez di lintasan lebih cepat dari jadwal. “Kami tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Marc pernah menderita karena terburu-buru kembali balapan, dan kami tidak ingin hal itu terjadi lagi,” tegasnya.

Tardozzi juga menyoroti pentingnya memberi waktu yang cukup untuk pemulihan pascaoperasi. “Kami akan mengikuti arahan dokter dengan ketat. Jika dia butuh waktu tambahan untuk pulih, kami akan memberikannya. Kesehatan selalu menjadi prioritas utama.”

Meskipun absen dari beberapa seri, Ducati tetap berharap Marquez bisa tampil di Grand Prix Valencia sekaligus berpartisipasi dalam tes pascamusim di sirkuit yang sama. Tes tersebut penting untuk mengumpulkan data pengembangan motor musim 2026 dan memastikan adaptasi Marquez terhadap GP25 berjalan maksimal.

“Kami berharap dia bisa ikut tes di Valencia,” ujar Tardozzi. “Itu akan menjadi kesempatan bagus untuk menilai kondisi fisiknya dan memahami bagaimana perasaannya setelah pulih.”

Dengan absennya Marquez, Ducati menunjuk pembalap penguji mereka, Michele Pirro, untuk menggantikan posisinya di Grand Prix Australia dan Malaysia. Pirro, yang berpengalaman dalam pengujian komponen baru Ducati, diharapkan bisa menjaga kontinuitas pengembangan motor di tengah absennya pembalap utama.

Cedera yang dialami Marc Marquez bermula dari insiden di tikungan pertama Sirkuit Mandalika, di mana ia terlibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi dari tim Aprilia. Tabrakan tersebut membuat Marquez terlempar dari motornya dan menghantam area gravel dengan keras, menyebabkan cedera serius pada bahunya.

Bezzecchi, yang juga terjatuh akibat kontak tersebut, segera meminta maaf dan mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dalam penilaian jarak pengereman. Akibat insiden itu, Race Direction menjatuhkan penalti double long lap kepada Bezzecchi untuk Grand Prix Australia.

Sementara itu, Marquez harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang akhirnya mengarah pada keputusan operasi. Ducati mengonfirmasi bahwa cedera tersebut tidak hanya melibatkan otot, tetapi juga memengaruhi struktur sendi bahu yang sebelumnya pernah mengalami cedera pada 2020.

Kondisi bahu kanan Marc Marquez memang sudah menjadi titik lemah sejak beberapa tahun terakhir. Cedera serupa yang dialaminya pada 2020 membuatnya absen hampir semusim penuh dan memengaruhi kariernya di Repsol Honda sebelum akhirnya bergabung dengan Ducati pada 2025.

Kali ini, Ducati bertekad untuk menghindari kesalahan yang sama. Tardozzi menegaskan bahwa tidak ada tekanan internal bagi Marquez untuk segera kembali ke lintasan, meskipun tim sangat membutuhkan pengalamannya dalam perebutan gelar konstruktor.

“Dia adalah pembalap dengan insting luar biasa dan selalu ingin kembali secepat mungkin, tetapi kami ingin memastikan segalanya dilakukan dengan benar,” ujar Tardozzi. “Kami tahu betapa pentingnya keseimbangan antara motivasi dan kehati-hatian dalam situasi seperti ini.”

Absennya Marc Marquez tentu menjadi pukulan bagi Ducati, terutama ketika persaingan di klasemen konstruktor semakin ketat. Namun, pabrikan asal Bologna itu masih memiliki kedalaman skuad dengan pembalap seperti Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini yang terus tampil kompetitif.

Bagnaia, yang saat ini masih bersaing dalam perebutan gelar juara dunia, diharapkan mampu menjaga dominasi Ducati di lintasan. Di sisi lain, Bastianini terus menunjukkan peningkatan performa dan menjadi andalan tim dalam memastikan poin maksimal di setiap seri.

Kehadiran Michele Pirro sebagai pengganti sementara juga memberi Ducati kesempatan untuk terus menguji pengembangan teknis, meskipun tidak bisa menggantikan sepenuhnya pengalaman balap Marquez di lintasan.

Harapan akhir musim

Bagi banyak penggemar dan pengamat MotoGP, kembalinya Marc Marquez di Valencia akan menjadi momen simbolis—bukan hanya tentang comeback fisik, tetapi juga pembuktian bahwa kolaborasi antara sang juara dunia dan Ducati bisa kembali ke puncak.

Tes pascamusim yang digelar setelah balapan di Valencia juga menjadi kesempatan penting bagi Ducati untuk menilai efektivitas kerja sama mereka dengan Marquez menjelang musim 2026.

Bagi Tardozzi, yang dikenal sebagai sosok tegas namun rasional, harapan itu tetap realistis. “Kami ingin melihat Marc kembali dengan senyum di wajahnya,” ujarnya. “Tapi kami juga tahu, prioritasnya adalah kesehatannya. Jika dia tidak bisa ikut balapan di Valencia, kami akan menerimanya dengan kepala tegak.”

Dengan situasi yang berkembang, Ducati memilih untuk menunggu dengan sabar. Meski ambisi besar untuk mengakhiri musim dengan kekuatan penuh tetap ada, keputusan akhir mengenai keikutsertaan Marc Marquez di MotoGP Valencia akan bergantung sepenuhnya pada hasil pemeriksaan medis berikutnya.

Untuk saat ini, harapan Ducati tetap sederhana: Marc Marquez bisa pulih sepenuhnya, tanpa rasa sakit, dan kembali ke lintasan dengan kepercayaan diri penuh di akhir musim.

Posting Komentar untuk "Ducati berharap Marquez bisa kembali di Valencia"