Marquez absen 16 minggu usai operasi bahu

Cedera bahu Marc Marquez di Mandalika membuatnya harus absen hingga 16 minggu dan mengancam peluangnya untuk kembali sebelum musim berakhir.

Marquez absen 16 minggu usai operasi bahu
Marc Marquez dari Spanyol mengendarai Lenovo Ducati (93) di grid saat Sprint menjelang MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 4 Oktober 2025 di Lombok, Indonesia. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Marc Marquez absen 16 minggu usai operasi bahu yang dideritanya akibat insiden di MotoGP Indonesia, memunculkan tanda tanya besar apakah ia akan mampu kembali sebelum musim 2025 berakhir. Cedera tersebut menjadi pukulan telak bagi pembalap Ducati itu, yang sebelumnya tengah berada dalam performa menanjak setelah tampil kompetitif sepanjang paruh kedua musim.

Menurut analisis Dr. Pedro Luis Ripoll untuk Marca, proses pemulihan cedera yang dialami Marquez membutuhkan waktu sekitar empat bulan sebelum ia bisa kembali membalap dengan aman. “Ini adalah cedera dengan prognosis yang baik dan masa pemulihannya bisa sekitar 16 minggu. Jika terdapat patah tulang terkait, penanganannya akan dilakukan dalam jangka waktu operasi yang sama,” jelas Dr. Ripoll.

Dengan kalender MotoGP 2025 yang kini memasuki fase akhir, prognosis tersebut secara praktis menutup peluang Marquez untuk tampil di dua balapan terakhir, termasuk Grand Prix Valencia pada 14–16 November dan sesi tes pasca-musim.

Insiden yang menimpa Marc Marquez terjadi pada lap pembuka Grand Prix Indonesia, ketika motor GP25 miliknya ditabrak dari belakang oleh Marco Bezzecchi. Tabrakan tersebut membuat Marquez terlempar dari motor dan mendarat keras di lintasan, menyebabkan fraktur korakoid dan kerusakan ligamen pada bahu kanannya.

Setelah pemeriksaan awal, Marquez sempat berharap cederanya tidak akan memerlukan operasi. “Untungnya, cederanya tidak serius, tetapi penting untuk menghormati jadwal pemulihan. Tujuan saya adalah kembali sebelum akhir musim, tetapi tanpa terburu-buru melakukan hal-hal di luar rekomendasi dokter,” ujarnya.

Namun harapan itu pupus ketika hasil pemindaian lanjutan menunjukkan tidak ada tanda-tanda stabilisasi yang cukup setelah seminggu imobilisasi. Tim medis akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi stabilisasi guna memperbaiki ligamen akromioklavikular yang rusak.

Operasi itu dilakukan dengan sukses, dan dokter memastikan cedera kali ini tidak memiliki hubungan dengan cedera lengan kanan parah yang dialami Marquez setelah kecelakaan di Jerez tahun 2020. Hal tersebut menjadi sedikit kabar baik bagi pembalap berusia 32 tahun itu, yang dalam beberapa tahun terakhir berjuang dengan serangkaian cedera kompleks.

Meskipun Ducati telah mengonfirmasi bahwa Marc Marquez akan absen di dua putaran berikutnya, yakni di Phillip Island dan Sepang, periode pemulihan pasca operasi bisa saja lebih lama dari perkiraan awal. Jika benar membutuhkan waktu hingga 16 minggu, maka ia baru bisa kembali berlatih intensif pada awal 2026.

Kondisi ini jelas menjadi tantangan besar, mengingat Marquez sedang menjalani musim transisi penting dengan Ducati. Dalam beberapa balapan terakhir sebelum cedera, ia mulai menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan GP25, meskipun masih tertinggal dari rekan senegaranya, Jorge Martin, dalam hal konsistensi.

Marquez kini harus menghadapi situasi yang ironis: meski sebelumnya menasihati Martin untuk “menghormati tubuhmu” setelah cedera di Motegi, ia sendiri kini berada dalam posisi serupa. “Terutama menjadi juara dunia, motivasi Anda ekstra, kepercayaan diri Anda ekstra. Kadang-kadang Anda tidak melihat batasnya,” ujar Marquez dalam wawancara beberapa waktu lalu.

Ia kemudian menambahkan, “Dulu aku tidak menghargai tubuhku, dan aku membayar mahal. Saya hanya bilang kepadanya bahwa jika Anda kalah tiga, empat, lima, enam balapan, itu bukan apa-apa.”

Ucapan itu kini terasa seperti refleksi pribadi. Setelah pengalaman pahit akibat memaksakan diri kembali terlalu cepat pada 2020, Marquez tampaknya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ducati telah menunjuk pembalap penguji Michele Pirro untuk menggantikan Marc Marquez di Grand Prix Australia akhir pekan ini. Pirro, yang sudah memiliki pengalaman panjang sebagai pembalap tes Ducati, akan mengambil alih peran sementara sambil menunggu hasil evaluasi pemulihan Marquez.

Keputusan ini diambil bukan hanya karena pengalaman Pirro, tetapi juga karena Ducati tidak ingin mengambil risiko lebih lanjut dengan kondisi pembalap utamanya. Musim 2025 adalah salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah MotoGP modern, dengan perbedaan poin tipis antara lima besar klasemen.

Selain Marquez, Aprilia juga kehilangan Jorge Martin, yang masih memulihkan diri dari cedera tulang selangka yang dideritanya di Motegi. Situasi ini membuat tim pabrikan Italia tersebut kehilangan pembalap utamanya menjelang akhir musim, sebuah pukulan berat dalam perebutan gelar tim dan konstruktor.

Cedera bahu kanan ini bukan hanya soal waktu pemulihan, tetapi juga soal kualitas pemulihan. Bahu adalah salah satu bagian tubuh paling krusial bagi pembalap MotoGP, terutama saat mengendalikan motor dalam tikungan cepat dan pengereman ekstrem.

Marc Marquez pernah membuktikan dirinya mampu kembali dari cedera berat, tetapi kali ini situasinya berbeda. Usianya tidak lagi muda, dan persaingan di lintasan semakin ketat. Setiap minggu yang ia lewatkan berarti kehilangan ritme dan adaptasi terhadap motor yang terus berkembang.

Selain itu, dari sisi psikologis, proses pemulihan panjang bisa memengaruhi kepercayaan diri. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan cedera dan operasi, kelelahan mental bisa menjadi faktor yang memperlambat kebangkitannya.

Ducati tentu berharap Marquez dapat kembali dengan kondisi 100 persen pada musim depan. Namun jika pemulihannya berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, tim mungkin harus memikirkan rencana cadangan jangka menengah, terutama terkait pengembangan motor GP26 yang akan segera diuji.

Pesan kehati-hatian

Meskipun peluang untuk tampil di sisa musim 2025 sangat kecil, Marc Marquez tetap menunjukkan optimisme hati-hati. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya kini adalah pemulihan penuh, bukan sekadar kembali ke lintasan secepat mungkin.

“Saya tahu betapa sulitnya menunggu ketika Anda ingin membalap, tetapi tubuh saya harus menjadi prioritas. Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ucapnya dalam pernyataan resmi.

Bagi para penggemar, absennya Marquez tentu menjadi kehilangan besar, terutama karena musim ini menampilkan beberapa duel spektakuler antara dirinya dan pembalap muda seperti Bezzecchi, Martin, Alex dan Bagnaia. Namun dalam jangka panjang, keputusan untuk fokus pada pemulihan bisa menjadi langkah terbaik bagi kariernya.

Dengan pengalaman panjang dan ketangguhan mental yang sudah terbukti, banyak yang percaya Marc Marquez akan kembali lebih kuat. Namun waktu pemulihan 16 minggu yang direkomendasikan oleh dokter menegaskan bahwa jalan menuju comeback tidak akan mudah.

Marc Marquez absen 16 minggu usai operasi bahu cedera di MotoGP Indonesia menjadi babak baru dalam kisah kariernya yang penuh pasang surut. Di tengah ketidakpastian mengenai kapan ia bisa kembali, satu hal jelas: ia kini lebih bijak dalam menilai batas tubuhnya. Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, para penggemar bisa berharap melihat Marquez kembali di awal musim 2026 — bukan sekadar sebagai legenda yang kembali dari cedera, tetapi sebagai pembalap yang telah belajar dari masa lalunya.

Posting Komentar untuk "Marquez absen 16 minggu usai operasi bahu"