Ducati pilih Michele Pirro gantikan Marc Marquez di Phillip Island

Ducati menunjuk Michele Pirro menggantikan Marc Marquez yang cedera tulang selangka untuk balapan di Phillip Island.

Ducati pilih Michele Pirro gantikan Marc Marquez di Phillip Island
Michele Pirro dari Italia, pembalap tim Ducati Lenovo, tersenyum di dalam garasi saat tes MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Kuala Lumpur, pada 6 Februari 2025. Foto oleh Mirco Lazzari/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Ducati resmi menunjuk pembalap penguji mereka, Michele Pirro, untuk menggantikan Marc Marquez yang mengalami cedera pada Grand Prix Indonesia. Michele Pirro ganti Marc Marquez di seri MotoGP Australia 2025 menjadi keputusan penting bagi tim Ducati Lenovo dalam menghadapi dua balapan krusial di penghujung musim.

Kabar ini datang setelah Marc Marquez mengalami kecelakaan pada lap pertama di Sirkuit Pertamina Mandalika, di mana ia bertabrakan dengan pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Benturan keras itu membuat Marquez mengalami patah tulang di bagian pangkal proses korakoid dan cedera ligamen pada bahu kanannya. Setelah menjalani pemeriksaan medis di Madrid, dokter memastikan bahwa Marquez tidak memerlukan operasi, namun tetap harus beristirahat setidaknya dua pekan untuk pemulihan penuh.

Cedera yang dialami Marc Marquez jelas menjadi pukulan besar bagi Ducati, terutama di saat pembalap asal Spanyol itu sedang menemukan performa stabil dengan Desmosedici GP25. Dalam beberapa seri terakhir sebelum kecelakaan, Marquez berhasil finis di lima besar dan mulai menjadi pesaing serius bagi Francesco Bagnaia dan Jorge Martin dalam perebutan gelar dunia.

Namun, insiden di Mandalika menghentikan momentum tersebut. Kecelakaan yang melibatkan Marquez dan Bezzecchi itu memunculkan perdebatan di paddock MotoGP, terutama soal gaya agresif kedua pembalap. Sementara Race Direction menilai insiden itu sebagai “racing incident,” Ducati tampak lebih fokus pada proses pemulihan Marquez.

Dalam pernyataan resminya, Ducati menyebut bahwa Marc Marquez akan absen di dua seri berikutnya, yakni Grand Prix Australia dan Malaysia. “Marc sedang menjalani pemulihan di Madrid. Kami berharap dia segera pulih dan kembali mengendarai Desmosedici GP secepat mungkin,” tulis tim dalam rilis resmi mereka.

Langkah Ducati menunjuk Michele Pirro bukanlah keputusan dadakan. Pirro telah menjadi pembalap penguji resmi Ducati sejak 2013 dan dikenal memiliki pengalaman luas dalam mengembangkan motor Desmosedici. Ia juga beberapa kali menjadi pembalap pengganti, termasuk ketika menggantikan Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso pada masa lalu.

Pirro akan melakukan start ke-70 di kelas utama saat tampil di Phillip Island. Meskipun tidak memiliki jadwal penuh di MotoGP, Pirro dikenal sebagai pembalap yang konsisten dan mampu memberikan umpan balik teknis penting kepada tim.

“Kesempatan ini adalah tanggung jawab besar, tetapi saya siap. Saya telah lama bekerja dengan Ducati dan memahami karakter motor dengan baik. Tujuan saya bukan hanya finis, tetapi juga membantu tim menjaga ritme kompetitifnya,” kata Pirro dalam pernyataan singkat.

Sejak diberlakukannya aturan konsesi baru musim lalu, Ducati tidak dapat menurunkan wildcard tambahan selama musim berjalan. Artinya, Pirro hanya bisa tampil sebagai pembalap pengganti resmi, bukan wildcard. Hal ini membatasi fleksibilitas Ducati dalam menguji pembalap baru atau memberikan kesempatan kepada pembalap dari divisi lain.

Meskipun demikian, kehadiran Michele Pirro tetap menjadi pilihan paling logis. Ia tidak hanya memahami motor Ducati secara teknis, tetapi juga telah terbiasa bekerja sama dengan para insinyur di Borgo Panigale. Pengalamannya di lintasan-lintasan seperti Phillip Island juga menjadi nilai tambah. 

Sementara Ducati telah memastikan Pirro tampil di Australia, posisi pembalap pengganti untuk Grand Prix Malaysia masih belum dikonfirmasi. Salah satu nama yang mencuat adalah Nicolo Bulega, pembalap muda Italia yang saat ini berkompetisi di World Superbike bersama Ducati.

Bulega disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk debut MotoGP-nya di Sepang. Pembalap berusia 25 tahun itu merupakan bagian dari Akademi VR46 milik Valentino Rossi dan tampil mengesankan di ajang Superbike musim ini. Ducati menilai Bulega sebagai salah satu aset masa depan mereka, terutama dalam proyek jangka panjang menuju 2027.

Dengan musim World Superbike yang berakhir akhir pekan depan, Bulega tidak memiliki benturan jadwal yang bisa menghalanginya tampil di Malaysia. Jika ia benar-benar dipanggil, Bulega akan bergabung dengan barisan pembalap seperti Pirro, Bautista, dan Petrucci yang semuanya memiliki pengalaman dengan mesin Ducati di MotoGP.

Selain Bulega, Ducati memiliki beberapa opsi lain dari ajang World Superbike. Alvaro Bautista, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci adalah beberapa nama yang berpengalaman dengan mesin Desmosedici. Bautista sendiri merupakan juara dunia dua kali di WSBK dan masih menjaga performa kompetitifnya bersama tim pabrikan Ducati.

Andrea Iannone, yang baru kembali ke lintasan setelah menjalani larangan balap selama empat tahun, juga menjadi pertimbangan karena gaya membalapnya yang agresif. Sementara Petrucci, mantan rekan setim Dovizioso di Ducati, memiliki pengalaman panjang di MotoGP dan saat ini membalap untuk Barni Spark Racing Team di Superbike.

Namun, Ducati tampaknya akan memilih pembalap muda seperti Bulega untuk menilai kesiapan generasi baru menghadapi MotoGP modern.

Fokus Ducati pada pemulihan Marquez

Meskipun kehilangan Marquez menjadi kerugian besar, Ducati menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru memaksanya kembali ke lintasan. Tim lebih memilih memastikan pemulihan total agar Marquez bisa kembali pada kondisi terbaik untuk seri terakhir musim ini atau persiapan musim 2026.

Marc Marquez sendiri dikenal sebagai pembalap dengan semangat juang tinggi, tetapi beberapa cedera serius yang dialaminya dalam lima tahun terakhir membuat Ducati lebih berhati-hati. Dokter tim memperkirakan Marquez membutuhkan waktu setidaknya tiga minggu untuk kembali bugar sepenuhnya, tergantung pada pemulihan bahu kanannya.

Absennya Marc Marquez dipastikan akan mengubah dinamika persaingan di papan atas klasemen MotoGP 2025. Dengan Francesco Bagnaia dan Jorge Martin terus bersaing ketat, absennya Marquez membuka peluang bagi pembalap lain seperti Enea Bastianini dan Maverick ViƱales untuk naik ke posisi podium.

Beberapa rival juga menyampaikan simpati mereka. Jorge Martin mengatakan, “Marc adalah salah satu lawan terkuat. Tanpa kehadirannya, balapan kehilangan sesuatu yang istimewa.”

Sementara Marco Bezzecchi, yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, menambahkan, “Itu murni kecelakaan balap. Saya sudah menghubungi Marc dan berharap dia cepat sembuh.”

Michele Pirro ganti Marc Marquez bukan hanya solusi sementara, tetapi juga simbol kekuatan struktur tim Ducati yang solid. Keputusan ini menunjukkan kesiapan Ducati menghadapi situasi darurat dengan strategi matang. Dengan pengalaman Pirro dan potensi Bulega di Malaysia, Ducati tampak siap menjaga momentum mereka di dua seri penting menjelang akhir musim MotoGP 2025.

Bagi Marc Marquez, waktu pemulihan ini menjadi momen refleksi dan persiapan untuk kembali lebih kuat. Sedangkan bagi Ducati, tantangan sebenarnya justru dimulai sekarang — menjaga konsistensi tanpa salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP.

Posting Komentar untuk "Ducati pilih Michele Pirro gantikan Marc Marquez di Phillip Island"