Posisi Bezzecchi semakin penting bagi Aprilia

CEO Aprilia Racing yakin Bezzecchi siap kembali balapan di Phillip Island sementara Jorge Martin masih diragukan tampil.

Posisi Bezzecchi semakin penting bagi Aprilia
Marco Bezzecchi dari Italia mengendarai motor Aprilia Racing (72) di grid saat Sprint menjelang MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi pada 27 September 2025 di Motegi, Jepang. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mengonfirmasi bahwa Marco Bezzecchi kembali di MotoGP Australia akhir pekan ini setelah mengalami kecelakaan hebat dengan Marc Marquez di Mandalika. Kabar ini memberi angin segar bagi Aprilia, yang tengah berjuang mempertahankan posisi kedua di klasemen konstruktor dan menutup musim 2025 dengan hasil maksimal.

Bezzecchi, yang memenangkan sprint race di Mandalika sebelum insiden terjadi, mengalami kecelakaan keras di tikungan pembuka setelah menabrak bagian belakang motor Marquez. Kedua pembalap langsung terlempar ke area gravel, dengan Marquez menderita patah tulang selangka dan Bezzecchi harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemindaian.

Meski mengalami benturan keras, Rivola menyebut kondisi Bezzecchi cukup baik dan siap kembali ke lintasan di Phillip Island. Namun, rival sekaligus rekan setimnya, Jorge Martin, belum dipastikan bisa tampil setelah mengalami cedera serupa di Sprint Jepang.

Insiden di Mandalika menjadi salah satu momen paling dramatis di paruh kedua musim MotoGP 2025. Dalam perebutan posisi depan di lap pertama, Bezzecchi yang berusaha menyalip dari sisi dalam kehilangan jarak pengereman dan menghantam bagian belakang Marc Marquez. Benturan itu mengakibatkan keduanya terpental, dengan Marquez mengalami cedera paling parah.

Bagi Marquez, cedera tulang selangka ini menjadi pukulan berat di tengah upayanya memperkuat tim Gresini Ducati. Ia pun dipastikan absen di dua seri berikutnya, yaitu Australia dan Malaysia. Sementara itu, Bezzecchi sempat menjalani pemeriksaan intensif namun tidak mengalami patah tulang.

Rivola menjelaskan kepada SkySport Italia bahwa Bezzecchi telah menjalani masa pemulihan cepat dan akan kembali membalap akhir pekan ini. “Marco akan berada di trek di Australia. Kami sudah melakukan evaluasi medis dan ia siap untuk turun lagi,” ujar Rivola.

Namun, Rivola juga menyinggung kemungkinan Bezzecchi harus menjalani hukuman akibat insiden di Mandalika. “Kami masih menunggu keputusan Race Direction terkait sanksi untuknya, tetapi fokus kami tetap pada kesiapan Marco untuk tampil kompetitif di Phillip Island.”

Berbeda dengan Bezzecchi, kondisi Jorge Martin masih belum pasti. Pembalap Spanyol itu mengalami patah tulang selangka saat bertabrakan dengan Bezzecchi di Sprint Jepang di Tikungan 1. Cedera tersebut membuatnya diragukan tampil di Australia dan Malaysia.

Rivola mengakui bahwa tim belum bisa memastikan kehadiran Martin. “Masih terlalu dini untuk menentukan tanggal kembalinya Martin,” katanya. “Kami akan menunggu hingga hasil pemeriksaan terakhir keluar sebelum memutuskan.”

Absennya Martin akan menjadi kehilangan besar bagi Aprilia. Ia dan Bezzecchi telah membawa tim ke posisi terbaik dalam sejarah Aprilia di MotoGP. Saat ini, Bezzecchi hanya terpaut 20 poin dari Francesco Bagnaia di puncak klasemen, sementara Aprilia unggul 28 poin atas KTM untuk posisi kedua konstruktor.

Dengan absennya beberapa pembalap papan atas seperti Marc Marquez, Jorge Martin, dan Maverick Vinales, tanggung jawab Bezzecchi menjadi semakin besar. Ia kini menjadi tumpuan utama Aprilia untuk mempertahankan posisi di klasemen dan menutup musim dengan hasil maksimal.

Massimo Rivola menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan Bezzecchi. “Marco pantas mendapatkan posisi ketiga di kejuaraan dunia, dan Aprilia pantas mempertahankan posisi kedua di kejuaraan pabrikan. Kami harus mengakhiri tahun ini dengan gemilang,” katanya.

Rivola menambahkan bahwa semangat dan konsistensi Bezzecchi menjadi faktor penting yang membawa Aprilia bersaing di level tertinggi. Dalam beberapa balapan terakhir sebelum Mandalika, Bezzecchi tampil impresif dengan podium beruntun dan kemenangan sprint yang menunjukkan kematangannya sebagai pembalap top.

Meski musim ini belum berakhir, Rivola sudah memikirkan strategi untuk tahun 2026. Ia yakin kombinasi Aprilia, Bezzecchi, dan Martin akan menjadi kekuatan besar yang mampu menantang dominasi Ducati dan Marc Marquez.

“Dengan dua pembalap seperti Marco dan Jorge, saya yakin kami bisa bersaing memperebutkan podium setiap akhir pekan,” kata Rivola dengan nada optimistis. “Saya ulangi, kami bisa mengalahkan Marc Marquez dan Ducati.”

Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Sejak pertengahan musim, Aprilia berhasil menunjukkan peningkatan besar pada performa motor RS-GP, terutama dalam hal traksi dan stabilitas ban belakang. Keunggulan teknis ini membuat tim asal Noale itu mampu menandingi Ducati di beberapa sirkuit cepat seperti Silverstone dan Misano.

Rivola juga menekankan bahwa filosofi pengembangan Aprilia bukan hanya mengejar kecepatan, tetapi juga efisiensi dan konsistensi. “Kami tidak ingin hanya cepat di satu lintasan. Kami ingin motor yang bisa bersaing di semua kondisi,” jelasnya.

Bagi Marco Bezzecchi, musim 2025 adalah titik balik karier. Setelah pindah ke Aprilia dari VR46 Racing, ia berkembang pesat di bawah bimbingan Rivola dan tim teknis Noale. Kemenangan sprint di Mandalika sebelum insiden membuktikan kemampuannya untuk bersaing dengan pembalap elite seperti Bagnaia dan Marquez.

Bezzecchi kini duduk di posisi ketiga klasemen pembalap dengan peluang realistis untuk finis sebagai runner-up. Dengan empat seri tersisa, termasuk Australia dan Malaysia, setiap poin menjadi krusial. “Saya akan berusaha memberikan segalanya di akhir musim ini,” kata Bezzecchi dalam wawancara sebelumnya. “Saya tahu Aprilia bekerja sangat keras, dan saya ingin membalasnya dengan hasil terbaik.”

Selain ambisi pribadi, Bezzecchi juga termotivasi untuk mengukir sejarah bagi Aprilia. Posisi kedua di konstruktor akan menjadi pencapaian terbaik mereka sejak bergabung penuh di MotoGP modern.

Tantangan di Phillip Island

Phillip Island dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menuntut di kalender MotoGP. Dengan kombinasi tikungan cepat, perubahan arah ekstrem, dan angin laut yang kencang, lintasan ini menjadi ujian bagi ketahanan fisik dan stabilitas motor.

Bezzecchi memiliki kenangan manis di Australia. Ia pernah tampil kompetitif di lintasan ini sejak masa Moto2 dan merasa cocok dengan karakter sirkuit. Namun, dengan kondisi tubuh yang belum 100 persen, fokus utamanya adalah menyelesaikan balapan dengan aman dan mengumpulkan poin berharga bagi tim.

Sementara itu, Aprilia berharap dapat memanfaatkan keunggulan aerodinamika RS-GP di lintasan berkecepatan tinggi ini. Jika Bezzecchi mampu tampil konsisten, peluang podium terbuka lebar mengingat absennya beberapa pesaing utama.

Setelah MotoGP Australia dan Malaysia, musim 2025 akan ditutup dengan dua seri terakhir di Portimao dan Valencia. Bagi Rivola, dua balapan ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang membangun momentum menuju 2026.

Ia percaya bahwa duet Bezzecchi dan Martin akan menjadi kombinasi ideal untuk membawa Aprilia ke level baru. “Kami sudah memiliki paket yang kuat. Tinggal bagaimana kami terus berkembang tanpa kehilangan arah,” ujarnya.

Optimisme Rivola mencerminkan semangat Aprilia sebagai tim yang tumbuh pesat dalam tiga musim terakhir. Dari tim kuda hitam, mereka kini menjadi penantang serius gelar dunia. Dan kembalinya Marco Bezzecchi di Australia menjadi simbol kebangkitan sekaligus bukti ketahanan mental yang menjadi ciri khas tim Noale.

Posting Komentar untuk "Posisi Bezzecchi semakin penting bagi Aprilia"