Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan

Legenda MotoGP itu membidik Nordschleife, Spa 24, dan Suzuka 1000km sambil tetap fokus bersama BMW di ajang GT3.

Valentino Rossi finis ketiga di Bathurst 12 Hour

Valentino Rossi dari Team WRT merayakan finis di posisi ketiga pada ajang Bathurst 12 Hour di Mount Panorama, Bathurst, Australia, 15 Februari 2026. Foto oleh George Hitchens/SOPA/Getty Images

Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan untuk musim yang sedang berjalan, sebuah pernyataan yang menunjukkan bahwa hasrat kompetitifnya belum memudar meski telah lama meninggalkan panggung MotoGP. Dalam berbagai kesempatan, legenda Italia itu mengungkapkan ambisinya untuk menjajal tantangan ekstrem di Nordschleife dan berharap bisa kembali merasakan atmosfer balap di Suzuka, dua sirkuit yang memiliki nilai historis dan emosional dalam perjalanan kariernya.

Setelah pensiun dari MotoGP pada akhir 2021, Rossi resmi mengalihkan fokusnya ke balap mobil mulai 2022. Banyak yang meragukan apakah transisinya akan mulus. Namun perlahan, ia membuktikan bahwa insting balapnya tetap tajam. Ia memulai kiprah di GT World Challenge Eropa sebelum akhirnya beralih ke FIA World Endurance Championship pada 2024. Pada 2025, ia sepenuhnya fokus di ajang WEC bersama BMW, sembari tetap tampil di beberapa seri GT lainnya.

Memasuki 2026, Rossi memilih kembali ke GT World Challenge Eropa. Keputusan ini bukan langkah mundur, melainkan strategi untuk memaksimalkan peluangnya berkembang di kategori GT3. Di sisi lain, kalendernya tetap padat dan ambisinya justru semakin luas. Itulah sebabnya Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan, dua ajang yang menurutnya sangat spesial.

Sirkuit Nordschleife di Nurburgring dikenal sebagai salah satu trek paling sulit di dunia. Panjangnya lebih dari 20 kilometer, dengan tikungan cepat, perubahan elevasi ekstrem, dan permukaan aspal yang menuntut konsentrasi tanpa henti. Banyak pembalap menyebutnya sebagai ujian mental dan fisik terbesar dalam balap mobil.

Rossi secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mencoba balapan di sana. Ia menyebut Nordschleife sebagai pengalaman yang ingin ia rasakan secara langsung. Keikutsertaan beberapa nama besar, termasuk juara dunia Formula 1 Max Verstappen, dalam ajang ketahanan di Nurburgring semakin menambah daya tarik kompetisi tersebut.

Bagi Rossi, ini bukan sekadar menambah daftar trek yang pernah ia taklukkan. Nordschleife adalah simbol tantangan. Ia ingin merasakan bagaimana mengendalikan mobil GT3 dalam kondisi balap ketahanan di lintasan yang dijuluki Green Hell tersebut. Keinginan ini memperlihatkan bahwa ia tidak mencari zona nyaman, melainkan terus menantang dirinya sendiri.

Jika Nordschleife adalah simbol tantangan baru, maka Suzuka adalah simbol nostalgia dan sejarah. Rossi memiliki hubungan emosional yang kuat dengan sirkuit Jepang tersebut. Ia memenangkan Grand Prix Jepang tiga kali berturut-turut antara 2001 dan 2003. Ia juga pernah meraih kemenangan di ajang Suzuka 8 Hours bersama Honda pada 2001.

Lebih dari dua dekade telah berlalu sejak terakhir kali ia membalap di Suzuka. Itulah sebabnya Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan, terutama Suzuka yang ia sebut sebagai trek yang sangat ia sukai. Ia mengakui bahwa terakhir kali ia balapan di sana adalah pada 2003, dan ia berharap bisa kembali tahun ini.

Suzuka 1000km, yang kini menjadi bagian dari kalender GT, menjadi target realistis baginya. Dengan jadwal yang lebih fleksibel setelah tidak lagi fokus penuh di WEC, Rossi merasa memiliki waktu lebih untuk mengejar ambisi tersebut. Suzuka bukan sekadar lintasan bagi Rossi. Ia adalah tempat yang menyimpan momen kejayaan dan kenangan emosional.

Ambisi di GT3 dan peluang Hypercar

Meski berbicara tentang Nordschleife dan Suzuka, Rossi tetap realistis soal target utamanya. Ia menegaskan bahwa fokusnya adalah menjadi pembalap GT3 papan atas. Ia menikmati proses belajar dan berkembang di kategori tersebut. Baginya, berada di puncak kompetisi GT3 adalah tujuan yang jelas dan terukur.

Namun Rossi juga tidak menutup pintu untuk kembali ke WEC, terutama jika ada kesempatan tampil di kategori Hypercar. Ia pernah mencoba mobil Hypercar dan mengaku sangat terkesan. Mobil tersebut menawarkan sensasi berbeda dibanding GT3. Kecepatan, teknologi, dan kompleksitas strategi membuat kategori itu sangat menarik.

Meski demikian, Rossi menekankan bahwa ia sudah bahagia di GT3. Jika peluang Hypercar datang, ia akan menyambutnya dengan antusias. Jika tidak, ia tetap merasa tertantang dan termotivasi di kelas saat ini. Pendekatan ini menunjukkan kematangan dalam cara pandangnya terhadap karier.

Rossi memulai kalender balap 2026 di ajang Bathurst 12 Hours. Ia kembali naik podium untuk tahun kedua berturut-turut. Hasil ini menjadi bukti bahwa ia tidak hanya tampil sebagai figur legendaris, tetapi benar-benar kompetitif.

Podium di Bathurst memberikan momentum positif. Trek Mount Panorama dikenal sulit, dengan kombinasi tikungan sempit dan bagian lurus cepat. Konsistensi Rossi di sana memperlihatkan adaptasi yang semakin matang terhadap balap ketahanan.

Dengan modal tersebut, tidak mengherankan jika Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan. Ia merasa sedang berada dalam fase yang tepat untuk mengejar target-target besar. Usianya mungkin tidak lagi muda, tetapi pengalaman dan pemahaman balapnya justru semakin kaya.

Banyak atlet besar kehilangan motivasi setelah pensiun dari olahraga utama mereka. Namun Rossi berbeda. Ia tidak melihat pensiun dari MotoGP sebagai akhir. Ia melihatnya sebagai awal babak baru.

Keinginannya menjajal Nordschleife dan kembali ke Suzuka menunjukkan bahwa ia masih haus tantangan. Ia tidak ingin sekadar menjadi nama besar di paddock. Ia ingin tetap merasakan adrenalin kompetisi, belajar hal baru, dan terus berkembang.

Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan bukan karena ingin mengumpulkan trofi semata. Ia ingin merasakan pengalaman, menguji batas, dan menikmati perjalanan. Dalam balap ketahanan, konsistensi dan kerja tim menjadi kunci. Nilai-nilai ini selaras dengan filosofi balap yang ia bangun sejak era MotoGP.

Musim 2026 masih panjang. Kalender balap akan terus bergerak dari satu benua ke benua lain. Namun satu hal yang jelas, Rossi belum selesai mengejar mimpi. Nordschleife dan Suzuka kini menjadi simbol ambisi barunya. Dan selama ia masih mengenakan helm dan duduk di balik kemudi, setiap daftar keinginan itu terasa mungkin untuk diwujudkan.

Posting Komentar untuk "Valentino Rossi ingin balapan di Nurburgring dan Suzuka masuk daftar keinginan"