Dominasi Fermin Aldeguer dan kecepatan Ducati di Sepang

Fermin Aldeguer tampil impresif di Sepang dengan catatan waktu tercepat FP1, unggul atas Bagnaia dan Mir meski sesi terganggu hujan.

Dominasi Fermin Aldeguer dan kecepatan Ducati di Sepang
Pembalap Gresini Racing nomor 54, Fermin Aldeguer, terlihat saat sesi latihan bebas pertama yang diguyur hujan pada Grand Prix Petronas Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang pada 24 Oktober 2025. Foto oleh Stephen Blackberry/SOPA Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Fermin Aldeguer pimpin FP1 MotoGP Malaysia dengan performa impresif di Sirkuit Sepang. Pembalap muda asal Spanyol itu mencatat waktu tercepat 2 menit 00,199 detik, unggul lebih dari dua persepuluh detik dari Francesco Bagnaia. Meski kondisi lintasan sempat kering di awal sesi, hujan deras yang turun 13 menit sebelum akhir membuat banyak pembalap gagal memperbaiki catatan waktu mereka.

Sesi latihan pertama ini menjadi pembuka yang penuh kejutan menjelang akhir pekan balapan di Malaysia. Aldeguer, yang kini membela tim Gresini Ducati sebagai rookie, menunjukkan kecepatan luar biasa dan konsistensi dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah. Catatan waktunya memang jauh dari rekor sepanjang masa Sepang yang ada di angka 1:56, tetapi tetap menjadi tolok ukur terbaik dalam sesi yang sulit diprediksi.

Dengan kondisi ban yang terbatas dan risiko tinggi akibat hujan, tidak ada pembalap yang mencoba menggunakan ban belakang kompon lunak. Sebagian besar memilih kompon medium, yang tampaknya tidak memberikan daya cengkeram optimal. Namun, Aldeguer mampu menampilkan keseimbangan antara kecepatan dan kehati-hatian, sesuatu yang jarang terlihat dari pembalap debutan.

Hujan deras menjadi faktor penentu di FP1 MotoGP Malaysia. Pada menit ke-32 dari total 45 menit sesi, langit Sepang mendadak gelap, disusul hujan deras yang membuat lintasan nyaris tak bisa digunakan.

Beberapa pembalap seperti Pedro Acosta, Brad Binder, dan Augusto Fernandez sempat mencoba tetap berada di lintasan dengan ban slick, namun mereka akhirnya harus kembali ke pit karena kondisi semakin berbahaya. Untungnya, tidak ada insiden besar yang terjadi pada fase basah tersebut.

Sebelum hujan turun, Pedro Acosta sempat mengalami kecelakaan di tikungan kedua saat kondisi lintasan masih kering. Ban depannya terlipat ketika masuk ke tikungan, membuatnya terjatuh tanpa cedera serius. Setelah kembali ke pit dan memperbaiki motornya, Acosta mampu mencatat waktu yang cukup baik untuk menempati posisi kesepuluh.

Sementara itu, Alex Marquez juga menjadi salah satu korban kerasnya lintasan Sepang. Ia terjatuh di antara tikungan ketujuh dan kedelapan setelah kehilangan kendali di atas trotoar tinggi. Marquez beruntung tidak mengalami cedera berat dan tetap mampu menyelesaikan sesi di posisi ketujuh tercepat, meski insiden itu bisa saja mengancam akhir pekannya.

Fermin Aldeguer pimpin FP1 MotoGP Malaysia dengan selisih 0,256 detik dari Francesco Bagnaia, yang berada di posisi kedua. Hasil ini menjadi sorotan besar, karena rookie berusia 20 tahun itu baru menjalani musim pertamanya di kelas utama.

Aldeguer yang sebelumnya bersinar di Moto2, kini menunjukkan kematangan dan adaptasi cepat terhadap Desmosedici GP25. Dalam beberapa putaran awal, ia sudah terlihat nyaman dengan keseimbangan motor bahkan di kondisi lintasan yang tidak ideal. Ducati tampaknya menemukan pembalap muda yang mampu mengimbangi performa pabrikan utama mereka.

Bagnaia sendiri menempati posisi kedua dengan waktu 2:00,455 detik, hasil yang cukup menggembirakan setelah rentetan balapan sulit yang dialaminya dalam beberapa seri terakhir. Juara dunia dua kali itu tampak mulai menemukan kembali ritmenya, terutama dalam sektor ketiga lintasan yang menuntut kecepatan tinggi dan kestabilan pengereman.

Sementara itu, Marco Bezzecchi memastikan Aprilia tetap kompetitif dengan menempati posisi kelima, hanya terpaut tipis dari Pol Espargaro yang membawa KTM ke posisi keempat.

Salah satu kejutan menarik datang dari Joan Mir, yang menempatkan Honda di posisi ketiga tercepat. Catatan waktunya menunjukkan peningkatan signifikan pada RC213V, terutama di sektor akselerasi keluar tikungan.

Honda, yang sepanjang musim 2025 mengalami kesulitan besar dengan motor baru mereka, tampaknya mulai menunjukkan perbaikan berkat pembaruan mesin dan perangkat aerodinamika yang diuji di Jepang bulan lalu. Mir terlihat lebih percaya diri dibandingkan rekan setimnya, Luca Marini, yang finis di posisi keenam dan hanya terpaut setengah persepuluh detik.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan kebangkitan Honda. Kondisi lintasan yang berubah-ubah bisa saja menjadi faktor yang membuat perbedaan performa antar-merek lebih kecil dari biasanya. Namun, setidaknya hasil FP1 ini memberi sinyal positif menjelang sesi-sesi berikutnya.

Fabio Quartararo menjadi pembalap Yamaha terbaik di posisi kedelapan. Ia tampak semakin nyaman dengan mesin V4 baru Yamaha, meski tim masih berjuang untuk menemukan pengaturan optimal di lintasan berkarakter stop-and-go seperti Sepang.

Sementara itu, Augusto Fernandez yang berstatus pembalap pengganti untuk tim pengujian Yamaha finis di posisi ke-22, tertinggal cukup jauh dari Quartararo. Namun, ia menjalankan peran penting dalam pengumpulan data yang akan digunakan pada sesi uji Valencia mendatang.

Yamaha tampaknya masih kesulitan dalam hal traksi keluar tikungan cepat dan pengereman stabil di akhir lintasan lurus, dua aspek penting yang menjadi kekuatan utama Ducati dan KTM. Quartararo sendiri mengaku puas dengan progres motor barunya, tetapi menegaskan bahwa Yamaha masih butuh waktu lebih lama untuk mencapai level kompetitif yang diharapkan.

Kebangkitan generasi baru

Selain para pembalap reguler, FP1 MotoGP Malaysia juga diwarnai oleh kehadiran tiga pembalap penguji: Michele Pirro (Ducati), Lorenzo Savadori (Aprilia), dan Augusto Fernandez (Yamaha).

Pirro yang turun dengan Ducati pabrikan menempati posisi ke-20, sementara Savadori berada di posisi ke-21. Meski tidak mencatat waktu yang menonjol, kedua pembalap tersebut fokus pada pengujian perangkat elektronik dan setelan aerodinamika untuk musim 2026.

Pol Espargaro, yang menggantikan Maverick Vinales di KTM, tampil cukup baik dengan finis di posisi keempat. Pengalamannya mengendarai berbagai motor dari pabrikan berbeda membuatnya menjadi sosok penting dalam pengembangan KTM RC16.

Fermin Aldeguer berbincang dengan teknisi Ducati Gresini di Sepang
Fermin Aldeguer berdiskusi dengan teknisinya di garasi saat sesi latihan menjelang MotoGP Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang pada 24 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto oleh Qian Jun/MB Media

Hujan deras di pertengahan sesi membuat sebagian besar pembalap tidak bisa melanjutkan program latihan yang telah direncanakan. Tim-tim harus menyesuaikan strategi mereka untuk FP2, dengan fokus pada evaluasi performa ban dalam kondisi campuran (mixed conditions).

Menurut laporan dari paddock, ban belakang kompon medium tampak tidak cukup efektif di suhu lintasan yang menurun cepat akibat hujan. Beberapa tim mungkin akan mencoba ban kompon lunak untuk FP2 jika kondisi cuaca memungkinkan.

Kemenangan Fermin Aldeguer di FP1 MotoGP Malaysia bukan hanya kejutan, tapi juga simbol perubahan generasi di MotoGP. Sementara nama-nama besar seperti Bagnaia, Marquez, dan Quartararo terus mendominasi perhatian media, pembalap muda seperti Aldeguer dan Acosta kini mulai menunjukkan potensi mereka untuk menjadi kekuatan baru dalam olahraga ini.

Keberhasilan Aldeguer memimpin sesi dalam kondisi sulit menunjukkan kematangan luar biasa untuk seorang rookie. Ia mampu mengelola tekanan, membaca kondisi lintasan, dan mengoptimalkan potensi Ducati-nya lebih baik daripada banyak pembalap senior.

Bagi Ducati sendiri, hasil ini menjadi tanda positif. Setelah beberapa pekan penuh ketidakpastian akibat cedera Marc Marquez dan inkonsistensi Bagnaia, munculnya Aldeguer sebagai pembalap cepat dan stabil bisa menjadi aset besar dalam jangka panjang.

Posting Komentar untuk "Dominasi Fermin Aldeguer dan kecepatan Ducati di Sepang"