Marc Marquez desak Ducati rekrut Diogo Moreira ke MotoGP

Dukungan Marquez pada Diogo Moreira bisa ganggu rencana besar Honda, Yamaha, dan Trackhouse.

Marc Marquez desak Ducati rekrut Diogo Moreira ke MotoGP
Marc Marquez duduk diskusi bersama timnya di dalam paddock saat sesi latihan bebas Grand Prix Ceko di Brno, Republik Ceko, pada 19 Juli 2025. Foto oleh Michal Cizek/AFP/Getty Images
Novanka Laras Rochem Noor

Marc Marquez desak Ducati rekrut Diogo Moreira ke MotoGP di tengah bursa pembalap 2026 yang makin panas. Menurut laporan dari Sky Italia, Marquez memiliki hubungan erat dengan Moreira dan ingin membantu membuka jalan bagi pembalap Moto2 asal Brasil itu ke kelas utama.

“Marc memiliki persahabatan yang hebat dengan Moreira,” tulis laporan tersebut. Dan sekarang, dia menggunakan pengaruhnya yang semakin kuat di dalam struktur Ducati untuk mendorong agar talenta muda ini diberi tempat.

Masalahnya, Ducati bukan satu-satunya pihak yang melirik Moreira. Bahkan, saat ini mereka bukan pemimpin dalam perburuan.

Diogo Moreira bukan lagi sekadar nama masa depan—ia kini menjadi target utama beberapa pabrikan besar MotoGP. Honda, yang tengah mencoba merevitalisasi program balapnya, dilaporkan sudah menyiapkan kontrak bernilai besar untuk Moreira.

Menurut informasi yang dilansir Sky Italia, Honda siap menawarkan kontrak tiga tahun senilai €1,5 juta per musim. Perjanjian ini akan menempatkan Moreira terlebih dahulu di tim satelit LCR Honda selama dua musim, sebelum dipromosikan ke tim pabrikan pada tahun ketiga.

Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Honda memandang Moreira sebagai bagian dari rencana jangka panjang mereka. Apalagi setelah kehilangan Jorge Martin yang memilih bertahan di Aprilia, dan minimnya hasil memuaskan dari para pembalap saat ini.

Namun upaya Honda bisa terganggu oleh manuver diam-diam Ducati yang didorong oleh Marquez.

Bukan hanya Honda dan Ducati yang melirik. Yamaha sudah lebih dulu mengambil langkah dengan memberi Moreira sepeda latihan dan terus membuka ruang dialog. Sementara Trackhouse Aprilia, tim Amerika yang sedang naik daun di MotoGP, juga terlibat dalam negosiasi aktif dengan kubu sang pembalap.

Kondisi ini menempatkan Moreira dalam posisi tawar yang sangat kuat. Ia bisa memilih dari beberapa proyek besar—masing-masing dengan keunggulan dan tantangan tersendiri.

Yamaha bisa memberi kestabilan dan perhatian penuh sebagai tim yang kekurangan pembalap muda kompetitif. Trackhouse menawarkan proyek ambisius yang menarik secara komersial dan teknis. Honda memberikan jalan karier yang jelas. Sementara Ducati, jika bergerak cepat, bisa memberikan motor paling kompetitif di grid.

Di tengah persaingan ketat ini, Marc Marquez menjadi variabel kunci. Sebagai pembalap paling berpengaruh di MotoGP saat ini, dan calon pembalap tim pabrikan Ducati tahun 2025, suara Marquez tidak bisa diabaikan.

“Usulan balasan dari Ducati akan menjadi pengubah permainan,” klaim Sky Italia. “Kata-kata Marc Marquez memiliki bobot yang sangat besar di Ducati.”

Marquez disebut aktif melobi internal Ducati agar membuka tempat untuk Moreira. Bahkan, ia disebut sedang "berusaha segera membuka ruang" agar pembalap Brasil itu bisa masuk ke proyek MotoGP Ducati pada 2026.

Namun, Ducati tidak punya banyak tempat tersisa. Satu-satunya tempat yang belum pasti adalah kursi tim VR46, yang saat ini ditempati Franco Morbidelli.

VR46 sudah menyatakan niat untuk mempertahankan Morbidelli, meski ia juga sempat dikaitkan dengan potensi tukar tempat dengan Pedro Acosta.

Ini membuat upaya Ducati memasukkan Moreira ke grid semakin kompleks. Harus ada kursi yang dikosongkan—entah dengan mendorong tim independen untuk mengganti line-up, atau lewat restrukturisasi internal tim-tim satelit mereka.

Langkah semacam ini memerlukan dukungan penuh dari manajemen Ducati Corse dan persetujuan dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam struktur tim independen.

Akankah Marquez bisa wujudkan ambisinya?

Keterlibatan Marc Marquez bukan hanya soal rasa simpati pada teman, tapi juga strategi membentuk generasi baru di Ducati. Jika Moreira bisa tumbuh dalam ekosistem Ducati, Marquez akan menjadi sosok mentor sekaligus mitra strategis dalam membentuk masa depan proyek mereka.

Dari perspektif Ducati, merekrut pembalap muda berbakat seperti Moreira adalah investasi jangka panjang. Dalam era baru Moto2 yang semakin kompetitif, memiliki talenta muda yang bisa dibentuk sejak awal bisa jadi kunci kejayaan bertahun-tahun ke depan.

Tapi semuanya tergantung pada waktu. Jika Ducati terlalu lama menimbang-nimbang, Honda bisa mengamankan tanda tangan pembalap berusia 20 tahun itu lebih dulu.

Honda sendiri sedang berada dalam fase transisi. Mereka gagal mendapatkan Martin, sementara Pedro Acosta kemungkinan besar akan tetap bersama KTM.

Luca Marini kemungkinan dipertahankan, Joan Mir sudah terikat kontrak, dan Johann Zarco juga akan tetap berada di tim. Satu-satunya posisi yang masih diperdebatkan adalah milik Somkiat Chantra, yang kini berada di posisi paling bawah klasemen MotoGP.

Jika Moreira bergabung, hampir pasti Chantra harus angkat kaki. Namun, itu juga tergantung pada hasil sisa musim dan tekanan dari sponsor regional Asia Tenggara yang sangat mendukung kehadiran pembalap Thailand di grid.

Diogo Moreira belum memutuskan masa depannya secara resmi. Namun berbagai sumber menyebut bahwa ia akan menentukan langkah berikutnya selama jeda musim panas ini.

Dengan begitu banyak tim besar yang menginginkannya, keputusan ini bisa menjadi penentu wajah baru MotoGP 2026. Apakah dia akan memilih jalan pasti bersama Honda? Tantangan teknis di Yamaha? Kebebasan eksplorasi bersama Trackhouse? Atau pertaruhan bersama Ducati atas dorongan Marc Marquez?

Yang pasti, masa depan Moreira kini menjadi titik panas dalam dinamika transfer pembalap MotoGP. Dan jika Marc Marquez bisa membuat Ducati bergerak cepat, maka sejarah mungkin mencatat ini sebagai manuver cerdas dari juara dunia delapan kali itu—yang tak hanya masih jadi ancaman di lintasan, tapi juga aktor besar di balik layar.

Posting Komentar untuk "Marc Marquez desak Ducati rekrut Diogo Moreira ke MotoGP"