Tekanan Trackhouse menang di MotoGP datang dari NASCAR

Davide Brivio akui Trackhouse di MotoGP ingin menyamai dominasi tim di NASCAR setelah kemenangan pertama Raul Fernandez di Phillip Island.

Tekanan Trackhouse menang di MotoGP datang dari NASCAR
Raul Fernandez dan Davide Brivio merayakan kemenangan di podium Grand Prix Phillip Island pada 19 Oktober 2025 di Phillip Island, Australia. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Kepala tim Trackhouse, Davide Brivio, secara terbuka mengakui bahwa skuadnya merasakan tekanan untuk menang setelah kesuksesan besar tim utama mereka di ajang NASCAR. Setelah melalui perjalanan penuh tantangan sejak bergabung dengan MotoGP pada 2024, tim asal Amerika Serikat ini akhirnya meraih hasil manis lewat kemenangan luar biasa Raul Fernandez di Grand Prix Australia. Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi tonggak sejarah pribadi bagi Fernandez, tetapi juga menandai kemenangan perdana bagi Trackhouse di dunia MotoGP — sebuah pencapaian yang menegaskan keseriusan mereka dalam proyek lintas disiplin balap.

Menurut Brivio, keberhasilan Trackhouse di NASCAR, yang telah meraih 14 kemenangan sejak debut di ajang NASCAR Cup Series pada 2021, menciptakan ekspektasi besar agar divisi MotoGP juga bisa bersaing di level tertinggi. “Kami merasakan tekanan besar,” ujarnya. “Ketika tim utama kami memenangkan lima balapan NASCAR musim ini, kami sadar kami harus melakukan sesuatu di MotoGP. Dan akhirnya kami berhasil.”

Trackhouse bukanlah tim yang lahir dari nol di MotoGP. Mereka mengambil alih struktur tim RNF milik Razlan Razali yang kehilangan dukungan finansial setelah sponsor utama CryptoData gagal memenuhi kewajibannya. Keputusan cepat ini memungkinkan Trackhouse langsung bergabung dalam grid 2024 dengan dukungan penuh dari Aprilia, pabrikan Italia yang dikenal dengan inovasi teknis dan performa kuat.

Meski awalnya direncanakan baru akan debut pada 2025, peluang tersebut datang lebih cepat setelah Dorna mengumumkan penghapusan RNF dari grid MotoGP. Brivio, yang sebelumnya sukses besar bersama Suzuki hingga meraih gelar dunia 2020 bersama Joan Mir, memanfaatkan momentum ini untuk membangun kembali struktur tim dengan visi baru: membawa semangat Amerika ke MotoGP sambil tetap mempertahankan disiplin balap Eropa.

Trackhouse kini bekerja sangat dekat dengan Aprilia Racing. Tim ini menggunakan motor RS-GP versi pabrikan, memberikan Fernandez dan Miguel Oliveira kesempatan untuk tampil kompetitif. Aprilia bahkan memproduksi RS-GP ketiga untuk Oliveira dan menyediakan motor baru untuk Fernandez pada pertengahan 2024. Kolaborasi ini terbukti efektif — kecepatan Aprilia meningkat tajam sepanjang musim, dan pada paruh kedua 2025, RS-GP dianggap sebagai motor paling seimbang di grid.

Dalam wawancaranya, Brivio menekankan bahwa kemitraan ini adalah inti kesuksesan mereka. “Kami tidak memulai dari nol, tetapi kami membawa visi baru. Trackhouse memberi energi dan ambisi, sementara Aprilia memberi teknologi dan pengalaman,” katanya. Kombinasi antara semangat inovatif Amerika dan keahlian teknis Italia menciptakan fondasi yang solid untuk kesuksesan jangka panjang.

Raul Fernandez menikung saat beraksi di Phillip Island
Pembalap Spanyol dari Tim Trackhouse MotoGP, Raul Fernandez, beraksi di Grand Prix MotoGP Australia di Philip Island pada 19 Oktober 2025. Foto oleh Martin Keep/AFP

Raul Fernandez adalah simbol kebangkitan Trackhouse di MotoGP. Setelah beberapa musim sulit dan cedera yang hampir membuat kariernya berakhir, pembalap Spanyol itu akhirnya menemukan stabilitas di bawah bimbingan Brivio dan dukungan teknis Aprilia. Sejak podium pertamanya di sprint race Mandalika, kepercayaan dirinya meningkat pesat.

Puncaknya terjadi di Grand Prix Australia di Phillip Island, ketika Fernandez tampil luar biasa selama 27 lap dan mengendalikan tekanan dari Fabio Di Giannantonio serta Pedro Acosta. Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama dalam karier MotoGP-nya, sekaligus kemenangan pertama bagi tim Trackhouse. “Saya tidak menyangka hari ini akan datang begitu cepat,” kata Fernandez. “Tim ini percaya pada saya ketika banyak yang tidak, dan saya hanya ingin membalas kepercayaan itu.”

Brivio menilai kemenangan Fernandez bukanlah keberuntungan semata, tetapi hasil dari kerja keras tim dalam menganalisis data dan memahami karakteristik motor. “Kami tahu kami sudah dekat. Ketika Raul memimpin dengan stabil, kami tahu ini adalah hari kami,” ujar Brivio.

Kesuksesan Trackhouse di NASCAR Cup Series menjadi standar tinggi bagi tim MotoGP. Didirikan oleh Justin Marks, Trackhouse dikenal sebagai tim disruptif di dunia mobil stok, dengan pendekatan modern dan strategi komunikasi yang berani. Dalam waktu singkat, mereka telah meraih 14 kemenangan, termasuk lima kemenangan musim ini dari pembalap Ross Chastain dan Shane van Gisbergen.

Bagi Brivio dan skuad MotoGP, pencapaian itu menjadi sumber motivasi sekaligus tekanan. “Ketika Anda memiliki tim yang menang secara reguler di Amerika, Anda tidak bisa datang ke MotoGP hanya untuk bertahan hidup,” ujarnya. “Kami ingin menang. Kami ingin menantang tim-tim besar seperti Ducati, KTM, dan Yamaha.”

Trackhouse MotoGP kini ingin menjadi representasi global dari kesuksesan motorsport Amerika — membuktikan bahwa semangat kompetisi lintas benua bisa menghasilkan hasil nyata.

Salah satu langkah menarik Trackhouse adalah keputusan mereka untuk tidak mempromosikan pembalap Amerika Joe Roberts pada musim 2025, meskipun banyak penggemar berharap demikian. Sebaliknya, mereka memilih mempertahankan Raul Fernandez dan merekrut Ai Ogura, juara dunia Moto2 asal Jepang.

Langkah ini menegaskan strategi jangka panjang Trackhouse yang berfokus pada stabilitas performa terlebih dahulu sebelum membangun jalur talenta Amerika di masa depan. “Kami ingin membawa pembalap Amerika, tapi kami ingin melakukannya dengan benar,” jelas Brivio. “Kita perlu membangun sistem dari bawah, bukan hanya sekadar simbol.”

Ogura sendiri menunjukkan potensi besar di awal musim dengan dua kali finis lima besar, meskipun cedera kemudian menghambat perkembangannya. Sementara itu, Fernandez terus menjadi tulang punggung tim dengan hasil konsisten di sepuluh besar dan kini mengoleksi kemenangan yang menjadi titik balik bagi seluruh struktur Trackhouse.

Kolaborasi lintas budaya

Massimo Rivola dan Davide Brivio berbincang saat latihan bebas di Motegi
Massimo Rivola dan Davide Brivio berbincang di jalur pit saat latihan bebas menjelang MotoGP Jepang di Twin Ring Motegi pada 26 September 2025 di Motegi, Jepang. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images

Visi Trackhouse bukan hanya sekadar soal hasil di lintasan, tetapi juga tentang memperluas pengaruh budaya balap Amerika di kancah global. Dengan basis di Amerika Serikat dan dukungan teknis di Eropa, mereka menciptakan model tim internasional yang unik.

Justin Marks menyebut MotoGP sebagai “panggung global sejati” untuk memperkenalkan filosofi Trackhouse yang menggabungkan hiburan, profesionalisme, dan inovasi. MotoGP memberikan mereka akses ke pasar Eropa dan Asia yang sebelumnya tidak tersentuh oleh NASCAR. “Kami ingin membawa DNA Amerika ke MotoGP tanpa kehilangan rasa hormat terhadap budaya balap Eropa,” kata Marks dalam wawancara sebelumnya.

Kemenangan Fernandez di Australia menegaskan bahwa Trackhouse bukan lagi sekadar tim satelit yang belajar, tetapi kini menjadi ancaman serius di barisan depan. Dengan Aprilia yang semakin kuat secara teknis dan Trackhouse yang membawa energi baru dalam manajemen, keduanya membentuk kombinasi yang bisa menantang dominasi Ducati di musim-musim mendatang.

“Ini baru permulaan,” kata Brivio menutup wawancara. “Kami sudah meraih kemenangan pertama kami, tapi tujuan kami lebih besar. Kami ingin membuat sejarah.”

Posting Komentar untuk "Tekanan Trackhouse menang di MotoGP datang dari NASCAR"