Pengadilan Korea Selatan batalkan vonis Oh Young-soo
Aktor Squid Game, Oh Young-soo, bebas dari tuduhan penyerangan tidak senonoh setelah pengadilan menyatakan bukti jaksa tidak cukup kuat.
![]() |
| Aktor Korea Selatan Oh Young-soo, tengah, tiba untuk sidang pengadilan di Seongnam, Korea Selatan, pada tahun 2023. Foto oleh Ahn Young-Joon/AP |
Pengadilan Korea Selatan pada hari Selasa membatalkan hukuman atas tuduhan penyerangan tidak senonoh terhadap Oh Young-soo Squid Game, aktor senior yang dikenal luas karena perannya sebagai Oh Il-nam dalam drama populer Netflix tersebut. Dalam keputusan penting yang mengguncang publik dan industri hiburan Korea, hakim menyatakan bahwa bukti jaksa tidak cukup kuat untuk membuktikan kesalahannya tanpa keraguan yang wajar.
Putusan ini menjadi babak baru dalam perjalanan hukum yang telah berlangsung selama beberapa tahun, dimulai dari laporan dugaan insiden yang terjadi pada 2017 hingga vonis bebas yang dijatuhkan pada November 2025. Kasus ini menjadi perhatian global, bukan hanya karena status Oh sebagai pemenang Golden Globe pertama dari Korea Selatan, tetapi juga karena keterkaitannya dengan gelombang gerakan #MeToo yang telah mengguncang banyak tokoh berpengaruh di Asia Timur.
Oh Young-soo, yang kini berusia 81 tahun, menjadi nama internasional setelah sukses besar Squid Game pada tahun 2021. Dalam serial distopia tersebut, ia berperan sebagai pemain No. 001, karakter tua yang tampak rapuh namun menyimpan rahasia besar. Peran itu memberinya penghargaan Golden Globe 2022 untuk Aktor Pendukung Terbaik dan nominasi Emmy — pencapaian bersejarah bagi aktor asal Korea Selatan.
Namun, hanya beberapa bulan setelah menerima penghargaan bergengsi itu, hidupnya berubah drastis. Pada tahun 2022, jaksa mendakwanya dengan tuduhan melakukan penyerangan tidak senonoh terhadap seorang aktris pada tahun 2017. Menurut laporan, ia diduga memeluk, memegang tangan, dan mencium pipi wanita tersebut tanpa persetujuan.
Kasus ini sempat dihentikan karena kurangnya bukti, tetapi dibuka kembali setelah korban mengajukan banding. Pada Maret 2024, pengadilan tingkat pertama memutuskan Oh bersalah dan menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara dengan masa percobaan dua tahun, serta kewajiban mengikuti pendidikan tentang kekerasan seksual. Oh kemudian mengajukan banding, menegaskan bahwa ia tidak bersalah dan bahwa tindakan yang dilakukan tidak memiliki unsur pelecehan.
Pada 4 November 2025, panel hakim di Pengadilan Suwon akhirnya memutuskan untuk membatalkan vonis tersebut. Dalam pernyataannya, pengadilan menyatakan bahwa bukti yang diajukan jaksa tidak memenuhi standar “beyond reasonable doubt” atau “tanpa keraguan yang wajar.”
Hakim menilai kesaksian korban tidak cukup konsisten dan tidak didukung bukti fisik atau saksi yang memperkuat tuduhan. Meski demikian, jaksa masih memiliki waktu seminggu untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung Korea Selatan. Jika dilakukan, Mahkamah Agung akan memegang keputusan akhir terkait nasib hukum sang aktor.
Setelah persidangan, Oh Young-soo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengadilan. “Saya berterima kasih atas keputusan yang bijaksana,” ujarnya kepada wartawan di luar gedung pengadilan. Kalimat singkat itu menandai kemunculan publik pertamanya setelah hampir dua tahun menghindari sorotan.
Putusan bebas ini menimbulkan reaksi beragam di Korea Selatan. Sebagian besar penggemar dan publik memandang keputusan tersebut sebagai keadilan bagi seorang aktor tua yang telah menjalani karier panjang tanpa kontroversi besar sebelumnya. Namun di sisi lain, kelompok hak perempuan menyebut keputusan itu berpotensi “membungkam korban kekerasan seksual.”
Menurut aktivis dari Women’s Solidarity Network, vonis bebas Oh bisa menciptakan efek jera terbalik bagi para korban kekerasan yang ingin melapor. Mereka menilai pengadilan masih terlalu berhati-hati dalam memutus kasus yang melibatkan figur publik. “Putusan ini menunjukkan bahwa sistem hukum kita masih belum sepenuhnya berpihak pada korban,” kata salah satu perwakilan organisasi tersebut.
Reaksi publik di media sosial pun terbelah. Sebagian netizen menyambut kabar ini dengan lega, menganggap bahwa keadilan akhirnya ditegakkan. Namun ada juga yang merasa kecewa dan menilai kasus ini mencerminkan betapa sulitnya korban pelecehan mencari keadilan di Korea Selatan, negara yang masih memiliki budaya hierarki dan patriarki kuat, terutama dalam industri hiburan.
Terlepas dari hasil pengadilan, karier Oh Young-soo Squid Game tampaknya tidak akan pulih secepat itu. Sejak tuduhan muncul pada tahun 2021, ia praktis menghilang dari dunia hiburan. Namanya dihapus dari daftar pemeran Squid Game musim kedua dan ketiga, serta dikeluarkan dari beberapa proyek film dan drama yang sudah dijadwalkan. Sejumlah perusahaan juga menarik kontrak iklan yang menampilkan dirinya.
Dalam dunia hiburan Korea, skandal pribadi sering kali berakibat fatal bagi karier seorang selebritas, bahkan setelah mereka dinyatakan tidak bersalah. Kasus serupa pernah terjadi pada beberapa artis besar lain yang tidak pernah benar-benar kembali ke puncak karier setelah menghadapi tuduhan pelecehan atau kekerasan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah masyarakat benar-benar memberi ruang bagi seseorang untuk menebus kesalahan — atau bahkan untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah? Dalam konteks Oh, meskipun ia kini dibebaskan, bayangan stigma sosial kemungkinan akan terus menghantuinya.
Gerakan #MeToo dan dampaknya di Korea Selatan
Kasus Oh Young-soo Squid Game tak bisa dilepaskan dari konteks gerakan #MeToo yang merebak di Korea Selatan sejak 2018. Gerakan ini menginspirasi banyak korban kekerasan seksual untuk angkat bicara, terutama di industri hiburan, hukum, dan politik.
Beberapa figur terkenal seperti sutradara Kim Ki-duk dan aktor Jo Min-ki sempat terseret dalam gelombang tuduhan serupa. Sementara sebagian tokoh memilih mengundurkan diri, lainnya dijatuhi hukuman penjara. Gerakan ini mengubah cara publik memandang kekuasaan dan seksualitas di Korea — namun juga menimbulkan perdebatan tentang bagaimana membedakan antara pelanggaran nyata dan tuduhan tanpa bukti kuat.
Dalam konteks ini, putusan bebas terhadap Oh Young-soo menambah lapisan kompleksitas baru. Di satu sisi, ia memperlihatkan bahwa sistem peradilan masih berfungsi dengan prinsip praduga tak bersalah. Namun di sisi lain, kasus ini memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi gerakan #MeToo dalam memastikan bahwa suara korban tetap didengar tanpa mengorbankan keadilan prosedural.
Keputusan pengadilan Suwon bukan hanya kemenangan hukum bagi Oh Young-soo, tetapi juga ujian bagi publik Korea dalam menilai isu moral dan hukum secara objektif. Apakah masyarakat siap menerima bahwa tidak semua tuduhan berarti kesalahan? Atau apakah pembebasan ini justru dianggap bentuk impunitas bagi mereka yang memiliki kekuasaan simbolik?
Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana media internasional meliput kasus ini dengan nada hati-hati. Publik global yang mengenal Oh hanya lewat Squid Game melihatnya sebagai kakek bijak yang misterius, sosok yang jauh dari bayangan pelaku kejahatan. Realitas hukum dan citra publik bertabrakan di sini — dan hasilnya adalah debat moral yang panjang.
Meskipun bebas, belum ada tanda bahwa Oh Young-soo Squid Game akan kembali ke layar kaca dalam waktu dekat. Netflix sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peluang Oh untuk kembali dalam proyek mendatang.
Beberapa pengamat industri menyebut bahwa kasus ini bisa menjadi pelajaran penting bagi dunia hiburan Korea: perlunya sistem perlindungan hukum yang adil bagi korban dan terdakwa. Dalam dunia yang semakin cepat menilai lewat media sosial, keseimbangan antara empati dan objektivitas sering kali hilang.
Kasus Oh Young-soo Squid Game adalah cerminan dari pertarungan antara moral, hukum, dan persepsi publik di era digital. Ia menunjukkan bahwa di tengah kampanye kesetaraan dan pemberdayaan korban, masih ada ruang bagi perdebatan panjang tentang makna keadilan itu sendiri.
Apakah keputusan pengadilan ini berarti akhir dari perjalanan hukum sang aktor, atau awal dari babak baru dalam perjuangan sosial di Korea Selatan, waktu yang akan menjawabnya. Namun satu hal jelas — kasus ini telah menandai titik penting dalam sejarah budaya populer dan hukum di negeri ginseng.

Posting Komentar untuk "Pengadilan Korea Selatan batalkan vonis Oh Young-soo"