Yamaha kembali bersinar, Ducati melempem di Phillip Island

Yamaha rayakan kebangkitan ganda saat Fabio Quartararo dan Jack Miller tempati barisan depan di Phillip Island.

Yamaha kembali bersinar, Ducati melempem di Phillip Island
Fabio Quartararo dan Jack Miller di Parc Ferme saat Kualifikasi MotoGP Australia di Sirkuit Grand Prix Phillip Island pada 18 Oktober 2025 di Phillip Island, Australia. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images
Anna Fadiah Novanka Laras

Fabio Quartararo memberi kejutan besar dalam kualifikasi MotoGP Australia setelah berhasil merebut posisi terdepan di Phillip Island. Pembalap Yamaha itu tampil luar biasa, mencatat waktu terbaik pada detik-detik akhir dan meraih pole position kelimanya musim ini. Bagi Yamaha, hasil ini menjadi momen kebangkitan yang sudah lama ditunggu, sementara bagi penonton tuan rumah, kebahagiaan semakin lengkap dengan Jack Miller yang ikut mengisi barisan depan.

Setelah musim yang sulit dan penuh pasang surut, keberhasilan Fabio Quartararo rebut pole position di Phillip Island menjadi bukti bahwa Yamaha masih punya daya saing di lintasan cepat ini. Kecepatan dan ketenangannya di tengah tekanan tinggi membuktikan bahwa sang juara dunia 2021 belum kehilangan sentuhannya, sekaligus menyalakan kembali asa bagi tim Jepang tersebut untuk kembali meraih podium pada balapan utama.

Quartararo sudah menunjukkan tanda-tanda kecepatan sejak sesi latihan Jumat, meski sempat menghadapi masalah pada perangkat pengatur tinggi motor di Tikungan 1. Namun ia tetap konsisten, bahkan mencatat waktu ketiga tercepat dengan ban bekas di sesi latihan terakhir. Walau demikian, banyak yang menduga ia tidak akan mampu menandingi kecepatan Marco Bezzecchi dari Aprilia, yang mendominasi sejak hari pertama.

Ketika waktu kualifikasi hampir habis, Quartararo masih berada di posisi kesepuluh. Namun pada putaran terakhir, ia berhasil melakukan serangan waktu luar biasa yang memecahkan rekor putaran Bezzecchi dan menempatkannya di posisi pertama.

“Senang sekali. Sudah lama sejak Assen!” ujar Quartararo dengan senyum lebar. “Hari ini benar-benar istimewa karena saya tak menyangka bisa mencetak waktu 1’26,4. Target saya hanya 1’26,7, jadi hasil ini sangat memuaskan. Saya juga merasa kecepatan kami tidak buruk. Sekarang fokus ke Sprint, karena putaran pertama akan sangat penting.”

Penampilan Quartararo yang menawan itu memperlihatkan bagaimana ia mampu memaksimalkan potensi Yamaha M1, sekaligus menunjukkan bahwa kerja kerasnya bersama tim mulai membuahkan hasil.

Marco Bezzecchi, yang sejak Jumat menjadi favorit kuat untuk meraih pole position, harus puas di posisi kedua. Meski kecewa gagal mempertahankan catatan waktunya, pembalap asal Italia itu tetap bersyukur bisa start dari baris depan, terutama karena ia akan menjalani dua penalti long lap pada balapan Minggu.

“Saya senang karena targetnya adalah dua baris pertama, dan kami berhasil meraih baris depan, jadi ini bahkan lebih baik,” kata Bezzecchi. “Setelah kemarin, saya yakin bisa mencatat waktu bagus, dan untungnya saya membuktikannya lagi hari ini. Kondisinya memang sedikit lebih sulit pagi ini, tapi performanya tetap bagus. Sekarang kami bisa fokus pada Sprint.”

Bezzecchi juga sempat mengeluhkan lalu lintas padat di lintasan setelah tertahan oleh Francesco Bagnaia dan Luca Marini pada lap pertamanya. Namun secara keseluruhan, ia tetap optimistis menghadapi dua hari berikutnya.

Sementara itu, sorakan paling keras di Phillip Island tentu saja ditujukan untuk Jack Miller. Pembalap tuan rumah itu tampil luar biasa dengan menempatkan diri di barisan depan — menjadi pebalap Australia pertama sejak Casey Stoner yang melakukannya di lintasan ini.

“Luar biasa!” kata Miller dengan antusias. “Saya agak kecewa dengan hasil kemarin sore (posisi ke-13), tapi kami bekerja keras semalam dan berhasil membawa motor ke arah yang saya butuhkan pagi ini. Untung cuacanya kering, dan dukungan penonton luar biasa. Rasanya sulit dipercaya!”

Miller mengatakan dirinya ingin menikmati momen langka ini dan bertekad tampil agresif di Sprint. “Saya sudah siapkan kaca spion untuk Miller Corner!” ujarnya sambil tertawa, mengingat insiden 2022 dengan Alex Marquez. “Semoga kali ini tidak ada kejadian seperti itu, dan semoga kita bisa punya hari yang bagus.”

Sementara Yamaha menikmati hari yang menggembirakan dengan dua pembalap di barisan depan, Ducati justru mengalami akhir pekan yang mengecewakan. Untuk pertama kalinya sejak 2020, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang menempati tiga besar di kualifikasi MotoGP.

Dengan absennya Marc Marquez akibat cedera, adiknya Alex Marquez menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi kelima, meski sempat dua kali terjatuh di sesi Q2. Sementara itu, Fabio di Giannantonio — yang sebelumnya menunjukkan kecepatan tinggi dalam simulasi balapan — hanya mampu menempati posisi kesepuluh.

“Saya berharap lebih dari sesi ini,” kata Di Giannantonio. “Sayang sekali karena grip kami menurun saat serangan kedua, dan itu membuat kami kehilangan kesempatan memperbaiki posisi. Tapi kecepatan kami tetap bagus untuk Sprint dan balapan utama. Kami akan coba bangkit.”

Francesco Bagnaia bahkan mengalami nasib lebih buruk. Selain hanya mampu finis di urutan ke-11, ia juga mendapat penalti turun tiga posisi karena dianggap menghalangi Bezzecchi, membuatnya harus start dari posisi ke-14. Brad Binder dari KTM juga terkena penalti serupa akibat menahan Johann Zarco di Q1, turun dari posisi 13 ke posisi 16.

Menjelang Sprint, semua pembalap diperkirakan akan menggunakan ban belakang lunak, dikombinasikan dengan ban depan sedang atau keras tergantung gaya berkendara masing-masing. Quartararo diyakini akan memakai kombinasi ban yang sama untuk balapan utama pada Minggu, demi menjaga stabilitas di tikungan cepat Phillip Island.

Race Direction juga telah mengumumkan perubahan jadwal, di mana balapan utama akan dimulai satu jam lebih lambat, yaitu pukul 15:00 waktu setempat, karena alasan keselamatan. Keputusan ini diambil setelah ramalan cuaca memperkirakan angin kencang di pagi hari, seperti yang menyebabkan pembatalan Sprint tahun lalu. Dengan cuaca yang lebih stabil di sore hari, MotoGP berharap seluruh balapan dapat berjalan sesuai jadwal.

Sinyal kebangkitan Yamaha

Pole position ini menjadi simbol kebangkitan Yamaha setelah dua musim penuh kesulitan menghadapi dominasi Ducati dan Aprilia. Sejak terakhir kali menempatkan dua pembalap di barisan depan pada 2021, Yamaha terus berjuang dengan performa motor yang tak seimbang, terutama di area akselerasi dan grip belakang. Namun berkat kerja keras Fabio Quartararo dan tim teknis, performa M1 kini terlihat lebih kompetitif.

“Ini hasil dari kerja keras seluruh tim,” ujar direktur tim Yamaha, Massimo Meregalli. “Kami masih punya banyak hal yang harus diperbaiki, tapi hari ini membuktikan kami di jalur yang benar.”

Sementara itu, keberhasilan Jack Miller membawa KTM ke barisan depan menjadi dorongan moral besar bagi tim asal Austria tersebut, yang dalam beberapa seri terakhir kesulitan menjaga konsistensi. Bagi Miller, podium di rumah sendiri akan menjadi hadiah terbaik setelah musim yang naik turun.

Semua perhatian kini tertuju pada bagaimana Fabio Quartararo akan mempertahankan posisi terdepannya di Sprint. Marco Bezzecchi akan berusaha menyerang sejak awal meski harus menanggung penalti, sementara Jack Miller akan mengandalkan dukungan penonton tuan rumah untuk menjaga tekanan terhadap dua pesaing utamanya itu.

Bagi Ducati, ini akan menjadi akhir pekan penuh tantangan, dengan Alex Marquez dan Bagnaia harus memulai dari barisan tengah. Namun dengan kecepatan Desmosedici yang tetap kompetitif di lintasan cepat, peluang mereka untuk bangkit tetap terbuka.

Dengan cuaca yang sulit diprediksi, dukungan ribuan penggemar Australia, dan momentum kebangkitan Yamaha, MotoGP Australia 2025 di Phillip Island menjanjikan pertarungan seru penuh emosi, strategi, dan kejutan.

Posting Komentar untuk "Yamaha kembali bersinar, Ducati melempem di Phillip Island"