Alex Marquez ingin lebih banyak seri MotoGP di Indonesia
Dukungan besar penggemar membuat Alex berharap Indonesia dapat menggelar hingga tiga balapan MotoGP.
![]() |
| Pembalap MotoGP, Alex Marquez (kedua dari kanan), menjawab pertanyaan dalam sesi tanya jawab saat acara temu sapa di Jakarta, pada Selasa, 30 September 2025. Foto oleh Fauzan/Antara |
Pembalap MotoGP asal Spanyol, Alex Marquez menilai Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Karena alasan itu, ia berharap jumlah balapan di Tanah Air bisa bertambah dari satu menjadi dua atau bahkan tiga seri di masa depan.
“Penggemar kami di Indonesia sangat besar dan sangat menyenangkan merasakan atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh para penggemar di Lombok,” kata Alex Marquez dalam sesi wawancara di Jakarta, Selasa (30/9/2025), menjelang Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ia menambahkan, kehadiran penggemar Indonesia yang begitu masif, baik secara langsung di sirkuit maupun lewat dukungan di media sosial, menjadi alasan kuat untuk MotoGP mempertimbangkan lebih banyak seri di negara ini.
“Saya pikir lebih dari perlu untuk memiliki setidaknya satu acara di Indonesia, semoga dua atau bahkan tiga, karena ini adalah pasar yang sangat besar bagi kami dan MotoGP,” ujarnya.
Ajang MotoGP Indonesia akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 3-5 Oktober 2025. Balapan tahun ini menandai edisi keempat secara beruntun sejak pertama kali digelar pada 2022.
Sejak debutnya, Mandalika langsung menjadi ikon MotoGP Asia. Lintasan sepanjang 4,3 kilometer ini dipuji karena letaknya yang strategis di kawasan wisata Lombok, sekaligus tantangan teknis yang disukai pembalap. Dengan delapan tikungan ke kanan, enam ke kiri, serta lintasan lurus yang cukup panjang, sirkuit ini dikenal sulit diprediksi.
Sejarah singkat MotoGP Mandalika pun menghadirkan catatan unik. Belum ada satu pun pembalap yang mampu meraih dua kemenangan di sirkuit ini. Miguel Oliveira memenangi edisi perdana pada 2022, Francesco Bagnaia meraih kemenangan pada 2023, dan Jorge Martin menjadi juara di 2024.
Catatan lainnya, hanya Martin yang berhasil mengamankan kemenangan setelah start dari pole position, sementara dua pole sitter sebelumnya gagal finis terdepan. Hal ini membuat Mandalika dikenal sebagai sirkuit yang penuh kejutan.
Musim 2025 menghadirkan persaingan menarik di Mandalika. Dua nama besar kembali menjadi sorotan: Francesco Bagnaia dan Marc Marquez.
Bagnaia datang dengan kepercayaan diri setelah sukses memenangi Grand Prix Jepang. Performanya di Motegi menjadi modal penting untuk menantang di Mandalika, sirkuit di mana ia pernah berjaya pada 2023.
Di sisi lain, Marc Marquez baru saja mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 setelah finis kedua di Motegi. Meski sudah memastikan gelar, Marquez masih punya alasan kuat untuk membuktikan diri di Mandalika. Pasalnya, dalam tiga musim terakhir, ia belum sekalipun berhasil finis di sirkuit Indonesia.
Tahun 2022, Marquez harus absen di balapan utama akibat cedera setelah kecelakaan saat sesi pemanasan. Pada 2023, ia gagal finis karena kecelakaan, dan pada 2024, masalah mesin membuatnya tersingkir sebelum menyentuh garis akhir. Balapan kali ini bisa menjadi titik balik penting bagi Marquez di hadapan ribuan penggemar Indonesia.
Pernyataan Alex Marquez soal keinginan menambah jumlah seri MotoGP di Indonesia patut mendapat perhatian serius. Dari sisi bisnis, Indonesia memang pasar yang sangat potensial. Data kehadiran penonton di Mandalika sejak 2022 menunjukkan animo luar biasa, dengan tiket ludes terjual jauh sebelum balapan berlangsung.
Selain itu, basis penggemar MotoGP di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Media sosial menjadi bukti nyata bagaimana balapan selalu menjadi trending topic setiap akhir pekan. Sponsor besar pun menjadikan Indonesia sebagai target utama kampanye mereka.
Namun, menambah jumlah seri di Indonesia bukan perkara sederhana. MotoGP memiliki kalender yang ketat dengan jumlah balapan mendekati 22 seri per musim. Untuk memberi ruang bagi seri tambahan, Dorna selaku penyelenggara harus mempertimbangkan keseimbangan geografis, kontrak sirkuit lain, serta aspek logistik.
Di Asia sendiri, selain Indonesia, ada Jepang, Thailand, Malaysia, India, dan Qatar yang juga menjadi tuan rumah. Jika Indonesia mendapatkan dua bahkan tiga seri, maka akan muncul pertanyaan soal distribusi yang adil bagi negara-negara lain.
Mandalika, Sentul, atau sirkuit baru?
Jika wacana penambahan seri MotoGP di Indonesia benar-benar diwujudkan, maka pertanyaan berikutnya adalah: di mana balapan tambahan itu akan digelar?
Mandalika sudah menjadi ikon utama, tetapi Dorna biasanya mencari variasi lintasan untuk menambah daya tarik. Sirkuit Sentul yang pernah menggelar MotoGP pada 1996-1997 sering disebut, namun kondisi infrastruktur dan kebutuhan renovasi membuatnya belum layak.
Alternatif lain adalah pembangunan sirkuit baru di wilayah lain, seperti Sumatra atau Jawa, yang punya akses transportasi lebih besar. Hal ini tentu membutuhkan investasi besar dan kerja sama pemerintah dengan pihak swasta.
Meski demikian, dengan besarnya pasar dan potensi ekonomi, ide menambah seri MotoGP di Indonesia bukan sesuatu yang mustahil. Bahkan, jika dikelola dengan tepat, bisa menjadi daya dorong bagi perkembangan olahraga motor Tanah Air.
Bagi penggemar, kehadiran MotoGP di Mandalika saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, wacana menambah jumlah seri jelas akan disambut antusias.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan basis komunitas motor yang sangat besar. MotoGP bukan hanya tontonan, melainkan bagian dari gaya hidup. Ribuan penggemar rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk menyaksikan langsung idola mereka berlaga.
Dengan adanya dua atau tiga seri, penggemar akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menyaksikan aksi langsung para pebalap dunia. Hal ini juga bisa membuka peluang wisata olahraga yang lebih luas bagi daerah-daerah di Indonesia.

Posting Komentar untuk "Alex Marquez ingin lebih banyak seri MotoGP di Indonesia"